Seni 10.000 Tahun: Tempat Berlindung Batu Kuno Ditemukan di Gurun Sinai Mesir

0
12

Para arkeolog di Mesir telah menemukan sebuah tempat perlindungan batu di Gurun Sinai selatan yang berisi karya seni dan prasasti yang berusia 10.000 tahun. Penemuan ini memberikan catatan aktivitas manusia yang langka dan berkelanjutan di wilayah tersebut, bahkan sebelum firaun paling awal.

Garis Waktu yang Terukir di Batu

Situs yang terletak di Dataran Tinggi Umm Arak ini ditemukan selama survei arkeologi baru-baru ini yang dibantu oleh penduduk setempat Sheikh Rabie Barakat. Shelternya sendiri memiliki panjang kurang lebih 100 meter, kedalaman 3 meter, dan tinggi hingga 1,5 meter, menciptakan kanvas alami ekspresi artistik selama ribuan tahun.

Karya seni tertua, yang berasal dari sekitar 10.000 hingga 5.500 SM, menggambarkan adegan perburuan awal – termasuk pemburu dengan anjing – yang ditemukan di dekat pintu masuk tempat penampungan. Periode selanjutnya memperlihatkan manusia menunggang kuda, sosok bersenjata, dan berbagai desain geometris: X, kotak, oval, bulan sabit, dan bentuk yang lebih rumit. Prasasti-prasasti kuno dan abad pertengahan semakin memperkaya catatan sejarah situs tersebut.

Lokasi Strategis dan Ekstraksi Sumber Daya

Tempat perlindungan batu ini terletak di dekat tambang tembaga dan pirus kuno, menunjukkan bahwa tempat tersebut berfungsi sebagai titik kritis bagi para penambang dan pelancong. Para ahli percaya bahwa situs tersebut berfungsi sebagai pos pengamatan dan tempat berkumpul sepanjang sejarahnya yang panjang.

“Sinai adalah wilayah penting bagi Mesir kuno, sumber kekayaan mineral dan wilayah penting secara simbolis, rumah dewi Hathor, ‘Nyonya Pirus’,” jelas John Darnell, profesor Egyptology di Universitas Yale. Penemuan ini “pastinya akan membantu kita lebih memahami interaksi masyarakat Mesir kuno dengan lingkungan gurun, dan dengan orang-orang yang tinggal dan berpindah-pindah di wilayah tersebut.”

Dari Zaman Kuno hingga Abad Pertengahan

Karya seni selanjutnya mencakup penggambaran unta, manusia, dan prasasti Nabataean, yang menunjukkan bahwa situs tersebut terus digunakan hingga periode antik akhir dan abad pertengahan (kira-kira tahun 500 hingga 1500 M). Suku Nabataean, yang dikenal karena membangun kota Petra, kemungkinan besar juga meninggalkan jejak mereka di tempat penampungan tersebut.

Para peneliti masih menganalisis desainnya, namun garis waktu seni dan prasasti yang terus menerus menjadikan penemuan ini sebagai jendela unik menuju masa lalu kawasan tersebut.

Kekayaan mineral dan makna simbolis Sinai memastikan pentingnya hal ini bagi Mesir kuno, dan tempat perlindungan batu ini menawarkan pemandangan yang belum pernah ada sebelumnya tentang bagaimana orang berinteraksi dengan lanskap ini selama lebih dari 10.000 tahun.

Penemuan ini menggarisbawahi nilai jangka panjang Sinai sebagai wilayah yang kaya sumber daya dan penting secara strategis, serta mengungkap sejarah yang jauh lebih dalam dari yang dipahami sebelumnya.