Alat Tulang Gajah Berusia 480.000 Tahun Membentuk Kembali Pemahaman Teknologi Manusia Awal

0
10

Artefak yang baru dianalisis dari Boxgrove, Inggris, mengungkapkan bahwa kerabat manusia purba menggunakan tulang gajah untuk mengasah kapak tangan hampir setengah juta tahun yang lalu. Alat berbentuk segitiga ini, berukuran lebar lebih dari 4 inci, adalah alat tertua yang pernah ditemukan di Eropa – dan salah satu yang tertua di dunia. Penemuan ini menunjukkan kecerdikan hominin awal dalam beradaptasi dengan iklim utara yang lebih keras.

Mengapa Ini Penting: Kecerdasan di Dunia yang Keras

Kelangkaan bahan organik yang diawetkan seperti tulang menjadikan temuan ini sangat penting. Kebanyakan perkakas awal terbuat dari batu karena tahan lebih lama. Fakta bahwa manusia menggunakan – dan menghargai – tulang menunjukkan bahwa mereka tidak hanya bertahan hidup, namun juga berinovasi dengan sumber daya apa pun yang tersedia. Alat itu sendiri tidak hanya terbuat dari bahan yang tidak biasa, tetapi juga digunakan untuk tujuan yang sangat khusus: merawat alat lainnya. Hal ini menyoroti tingkat pemikiran ke depan dan perencanaan dalam perilaku manusia awal.

Alat Itu Sendiri: Retoucher dari Masa Lalu

Artefak tersebut awalnya tidak dikenali fungsinya. Analisis terbaru yang dipimpin oleh Silvia Bello dan Simon Parfitt mengonfirmasi bahwa kapak tersebut sengaja dibentuk menjadi “retoucher” – alat yang digunakan untuk memperhalus dan mempertajam kembali kapak batu. Tulang segar ideal untuk tujuan ini, menunjukkan bahwa pembuat perkakas memahami sifat materialnya.

“Alat yang terbuat dari tulang gajah menunjukkan tanda-tanda telah dibentuk dan digunakan untuk merajut dan mengasah kembali alat-alat litik ketika tulangnya masih segar, hal ini menunjukkan bahwa manusia mengetahui bahwa tulang gajah adalah bahan yang bagus untuk ini,” kata Bello.

Siapa yang Membuatnya? Neanderthal atau Homo heidelbergensis?

Para peneliti tidak yakin kelompok hominin mana yang menciptakan alat tersebut, namun mengingat usianya (480.000 tahun) dan lokasinya, kandidat yang paling mungkin adalah Neanderthal awal atau Homo heidelbergensis. Kedua kelompok tersebut mendiami Eropa selama periode ini. Penemuan ini memberikan gambaran langka tentang perangkat mereka dan menunjukkan tingkat kecanggihan teknologi yang lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.

Boxgrove: Jendela menuju Paleolitikum

Alat ini awalnya digali pada tahun 1990-an di Boxgrove, sebuah situs yang terkenal dengan kekayaan temuan Paleolitikumnya. Situs ini telah menghasilkan sisa-sisa hewan yang disembelih, tulang manusia purba, dan peralatan batu lainnya, namun alat retoucher tulang gajah menonjol. Tulang gajah sangat langka di Boxgrove, hal ini menunjukkan bahwa para pembuat perkakas jarang menemukan bahan ini – namun menyadari nilainya.

Penemuan ini menggarisbawahi seberapa besar kemampuan manusia purba beradaptasi dan berkembang menggunakan sumber daya yang tersedia, bahkan di lingkungan yang menantang.

Temuan ini memperkuat gagasan bahwa manusia prasejarah tidak hanya bereaksi terhadap lingkungannya tetapi juga secara aktif memecahkan masalah dan berinovasi dengan bahan-bahan yang ada.