Pemotongan besar-besaran pada dana hibah penelitian mengancam akan membongkar kepemimpinan Inggris selama puluhan tahun di bidang fisika teoretis, yang berpotensi menutup departemen universitas dan mendorong talenta ke luar negeri. Para ilmuwan terkemuka memperingatkan bahwa komunitas fisika Inggris yang dulunya terkenal di dunia menghadapi krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya karena pengurangan dana drastis yang diberlakukan oleh Dewan Fasilitas Sains dan Teknologi (STFC).
Skala Pemotongan
Universitas-universitas baru-baru ini diberitahu mengenai pemotongan hampir 70% dana hibah penelitian mulai tahun 2026 hingga 2030, yang berarti kurang dari 20 peneliti pascadoktoral yang akan didukung setiap tahunnya secara nasional. Pengurangan ini menyusul penundaan pendanaan yang sudah membahayakan posisi pascadoktoral baru tahun ini. Dampaknya, seperti dijelaskan oleh fisikawan Brian Cox, adalah “kehancuran masa depan.”
Pemotongan ini sangat berdampak pada institusi seperti Universitas Manchester, dimana dana hibah teori partikel telah dipangkas sebesar 90% – institusi yang sama dimana Ernest Rutherford menemukan proton dan mengusulkan neutron.
Mengapa Ini Penting: Warisan yang Berisiko
Inggris secara historis berada di garis depan dalam penelitian fisika, menghasilkan raksasa seperti Stephen Hawking, Peter Higgs, dan Paul Dirac. Pemotongan ini tidak hanya berdampak pada ilmu pengetahuan abstrak; mereka melemahkan kemajuan di bidang-bidang seperti komputasi kuantum, pencitraan medis, dan pemahaman kita tentang alam semesta itu sendiri. Peneliti pascadoktoral adalah inti dari kemajuan ilmu pengetahuan, dan eksodus mereka akan melumpuhkan sumber bakat.
Krisis ini muncul meskipun ada peningkatan anggaran ilmu pengetahuan secara keseluruhan. Namun, Riset dan Inovasi Inggris telah mengalihkan £280 juta dari proyek-proyek infrastruktur besar, sementara STFC mencari penghematan lebih lanjut sebesar £162 juta pada tahun 2030. Meningkatnya biaya di fasilitas nasional dan langganan internasional (seperti Cern di Swiss) disebut-sebut sebagai tekanan, namun banyak ilmuwan menganggap respons tersebut sebagai tindakan “sabotase diri yang tidak disengaja”.
Alarm Internasional dan Potensi Konsekuensinya
Pemotongan ini telah memicu kekhawatiran global, dengan lebih dari 600 peneliti internasional menandatangani surat terbuka sebagai dukungan. Fisikawan seperti Ed Witten, yang dianggap sebagai salah satu fisikawan terhebat sejak Einstein, memperingatkan agar tidak mengikuti jalur pemotongan ilmu pengetahuan AS. Ilmuwan industri juga mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan kembali.
Konsekuensinya jelas: departemen mungkin tutup, lapangan kerja akan hilang, dan Inggris akan menjadi kurang menarik bagi talenta asing dan dalam negeri. Beberapa fisikawan sudah menerima posisi di luar negeri, yang menandakan potensi terjadinya brain drain.
Tanggapan STFC dan Kekhawatiran yang Masih Ada
STFC mengklaim mereka mengupayakan “efisiensi” dan memprioritaskan pelatihan dan pengembangan keterampilan. Namun, banyak ilmuwan tetap skeptis, dengan alasan bahwa pemotongan tersebut tidak berkelanjutan dan mengancam kelangsungan fisika Inggris dalam jangka panjang.
“Kecuali pemotongan ini dibalik, sulit untuk melihat bagaimana kita bisa pulih,” kata seorang fisikawan senior. “Pekerjaan akan hilang, dan departemen fisika akan tutup.”
Masa depan ilmu fisika Inggris berada dalam ketidakpastian karena pemerintah menghadapi tekanan yang semakin besar untuk membalikkan pengurangan dana yang drastis ini.


















