Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) pada hari Rabu mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan kembali program hibah Membangun Komunitas dan Infrastruktur Ketahanan (BRIC), yang membatalkan keputusan yang dibuat tahun lalu di bawah pemerintahan Trump. Pengaktifan kembali tersebut mengikuti keputusan pengadilan pada bulan Desember yang menganggap pembatalan tersebut ilegal, dengan hakim federal memberikan waktu dua minggu kepada FEMA untuk mematuhinya.
Pertarungan Hukum dan Pembatalan Program
Program BRIC, yang awalnya dibentuk pada masa jabatan pertama Presiden Trump, memberikan miliaran dolar kepada negara-negara bagian untuk proyek-proyek yang dirancang untuk mengurangi risiko bencana seperti banjir, kebakaran, dan bahaya terkait iklim lainnya. Pada bulan April 2023, pemerintahan Trump tiba-tiba membatalkan program tersebut, dengan alasan kekhawatiran akan fokusnya pada “perubahan iklim”. Hal ini menyebabkan tuntutan hukum yang diajukan oleh 22 negara bagian dengan alasan bahwa pembatalan tersebut melanggar undang-undang pengeluaran federal dan melemahkan misi FEMA untuk mencegah kerusakan akibat bencana.
Mengapa Ini Penting
Kasus ini menyoroti ketegangan politik yang sedang berlangsung seputar pendanaan adaptasi iklim. Program BRIC mewakili pendekatan proaktif terhadap kesiapsiagaan bencana, dengan mengalihkan fokus dari pemulihan pascabencana ke tindakan pencegahan. Membatalkan program ini menyebabkan masyarakat rentan terhadap kejadian cuaca ekstrem yang semakin parah dan sering terjadi.
Miliaran Investasi, Miliaran Risiko
Hibah tersebut mendistribusikan sekitar $4,5 miliar untuk proyek-proyek seperti tembok laut, pencegahan kebakaran hutan, dan penguatan struktural bangunan umum. Negara-negara bagian yang terlibat dalam gugatan tersebut memperkirakan bahwa program tersebut dan investasi serupa telah mencegah kerusakan akibat bencana senilai sekitar $150 miliar selama dua dekade.
Pembalikan FEMA
Meskipun pengumuman FEMA baru-baru ini tidak secara eksplisit menyebutkan keputusan pengadilan, namun dinyatakan bahwa program tersebut dihidupkan kembali setelah dilakukan evaluasi. Badan tersebut sekarang mengklaim bahwa mereka akan memastikan program tersebut mencerminkan “pengelolaan uang pembayar pajak yang baik.” Para pejabat tampaknya menjauhkan diri dari kritik sebelumnya yang menyebut program BRIC “sia-sia dan tidak efektif.”
Bergerak Maju
Keputusan FEMA untuk mengaktifkan kembali BRIC merupakan kemenangan signifikan bagi negara-negara yang mencari bantuan federal untuk mempersiapkan diri menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin besar. Badan ini telah menegaskan kembali komitmennya terhadap mitigasi bahaya, dan kebangkitan kembali program ini akan memungkinkan proyek ketahanan yang penting dapat dilanjutkan.
Diberlakukannya kembali program BRIC menggarisbawahi pentingnya kesiapsiagaan bencana yang proaktif dalam menghadapi meningkatnya risiko iklim. Pertarungan hukum ini menjadi pengingat bahwa pendanaan federal untuk ketahanan bukan hanya masalah kebijakan namun juga kewajiban hukum.
