NASA telah secara resmi mengubah strategi bulannya, meninggalkan stasiun ruang angkasa Gateway yang telah lama direncanakan dan mendukung pengembangan langsung pangkalan permanen di permukaan Bulan. Perubahan ini mencerminkan dorongan yang lebih luas untuk mempercepat eksplorasi bulan, menyederhanakan operasi, dan melawan meningkatnya persaingan dari program luar angkasa Tiongkok.
Pergeseran Geopolitik dan Percepatan Garis Waktu
Keputusan tersebut, yang diumumkan pada tanggal 24 Maret, muncul di tengah meningkatnya tekanan untuk menunjukkan kepemimpinan Amerika di bidang luar angkasa. Administrator NASA Jared Isaacman menekankan perlunya bersaing dengan ambisi Tiongkok ke bulan, dengan menyatakan komitmennya untuk mendaratkan astronot di Bulan sebelum akhir masa jabatan Presiden Trump. Garis waktu yang agresif ini memerlukan pendekatan yang terfokus, menjadikan stasiun Gateway orbital sebagai prioritas kedua.
“Kita menghadapi saingan geopolitik yang nyata, yang menantang kepemimpinan Amerika di bidang luar angkasa.” – Jared Isaacman
Rencana awal Gateway melibatkan sebuah stasiun di orbit bulan, yang dimaksudkan sebagai titik persiapan untuk misi permukaan. Namun, NASA kini percaya bahwa pendaratan langsung lebih efisien dan lebih cocok untuk membangun kehadiran berkelanjutan. Badan tersebut malah akan memusatkan sumber daya pada pendarat, penjelajah, dan habitat berawak dan tidak berawak yang dirancang untuk operasi permukaan.
Menggunakan Kembali Sumber Daya yang Ada
Perangkat keras Gateway yang ada dan kontribusi mitra internasional akan digunakan kembali sedapat mungkin untuk mendukung sistem permukaan atau kebutuhan program lainnya. Hal ini termasuk memanfaatkan keahlian dan komponen untuk mempercepat pengembangan infrastruktur penting di Bulan. Misi Artemis 2 NASA, yang dijadwalkan pada 1 April, adalah uji terbang berawak pertama yang dirancang sebagai batu loncatan untuk mencapai tujuan tersebut.
Pergeseran ini juga mengatasi tantangan logistik yang terkait dengan orbit Gateway. Orbit halo hampir bujursangkar yang direncanakan stasiun ini menuntut pembatasan bahan bakar yang ketat bagi pendarat yang melakukan perjalanan antara stasiun dan permukaan bulan. Pendaratan langsung menghilangkan kerumitan ini, menyederhanakan arsitektur misi dan mengurangi biaya operasional.
Pengembangan Pangkalan Bulan Tiga Fase
NASA berencana untuk mengembangkan pangkalan bulan dalam tiga tahap hingga akhir dekade ini, dengan total perkiraan biaya sebesar $20 miliar. Fase-fase ini meliputi:
- Fase Pertama (Robotik dan Pendaratan Awal): Memanfaatkan program CLPS, HLS, dan LTV untuk mengirimkan penjelajah dan pendarat untuk demonstrasi teknologi, dengan fokus pada sistem tenaga, komunikasi, dan navigasi.
- Tahap Kedua (Modul Semi-Layak Huni): Memperkenalkan misi jangka panjang dengan dukungan dari mitra internasional seperti kendaraan penjelajah bertekanan JAXA untuk membangun logistik rutin.
- Tahap Ketiga (Infrastruktur Permanen): Mengerahkan modul dan sistem tempat tinggal jangka panjang yang mampu mendukung keberadaan manusia secara berkelanjutan, memanfaatkan peningkatan kapasitas kargo dari sistem pendaratan komersial.
Kesimpulan
Keputusan NASA untuk memprioritaskan pangkalan di bulan dibandingkan stasiun Gateway menandai perubahan signifikan dalam strategi bulan. Langkah ini mencerminkan fokus pada percepatan jadwal, perampingan operasi, dan melawan persaingan geopolitik. Tujuan jangka panjangnya tetap membangun kehadiran manusia secara permanen di Bulan, namun jalur ke depan sekarang lebih mendukung pengembangan permukaan langsung melalui pos orbital.