Orbex Startup Luar Angkasa Skotlandia Menghadapi Keruntuhan Meskipun Ada Jutaan Dana Publik

0
11

Orbex, sebuah perusahaan roket Skotlandia yang bertujuan untuk membangun kemampuan peluncuran ruang angkasa berdaulat pertama di Inggris, berada di ambang administrasi. Keruntuhan ini mengancam 150 lapangan kerja dan menimbulkan keraguan atas ambisi Inggris di sektor luar angkasa komersial yang sedang berkembang. Meskipun menerima pinjaman pembayar pajak senilai £26 juta**, startup ini gagal mendapatkan investasi lebih lanjut, sehingga menyebabkan penutupan dalam waktu dekat.

Kegagalan Pendanaan dan Ambisi yang Tertunda

Orbex berencana meluncurkan satelit kecil dari Kepulauan Shetland pada awal tahun 2026, memposisikan dirinya sebagai pesaing perusahaan seperti SpaceX. Pembicaraan dengan National Wealth Fund (Dana Kekayaan Nasional) Inggris gagal pada akhir tahun lalu, menyebabkan perusahaan tersebut tidak mempunyai modal penting.

Situasi ini menyoroti hambatan finansial yang tinggi untuk masuk dalam industri peluncuran luar angkasa. Mengembangkan dan meningkatkan teknologi roket luar angkasa memerlukan investasi besar-besaran dalam jangka waktu yang lama, sehingga menciptakan kesenjangan pendanaan yang sulit dijembatani oleh banyak perusahaan rintisan. Orbex menjajaki merger dengan perusahaan Jerman The Exploration Company, tetapi tidak ada kesepakatan yang terwujud.

Dukungan Pemerintah dan Janji yang Tidak Terpenuhi

Pemerintah Inggris, baik di bawah pemerintahan sebelumnya maupun saat ini, berinvestasi besar-besaran di Orbex. Menteri Bisnis Peter Kyle menyetujui pinjaman senilai £20 juta pada tahun 2025, dan memuji proyek tersebut sebagai sesuatu yang transformatif bagi industri luar angkasa Inggris. Menteri Teknologi Liz Kendall kemudian menambahkan £6 juta untuk mendukung kontrak Badan Antariksa Eropa £150 juta** yang bertujuan mengurangi ketergantungan pada SpaceX yang berbasis di AS.

Dukungan tersebut didasarkan pada janji akan adanya roket yang berkelanjutan dan rendah karbon serta kemampuan peluncuran yang dikembangkan sendiri. Perusahaan awalnya merencanakan pelabuhan antariksa di Dataran Tinggi Skotlandia tetapi terpaksa pindah ke SaxaVord di Shetland.

Implikasi Lebih Luas terhadap Ambisi Luar Angkasa Inggris

Potensi kegagalan Orbex terjadi setelah jatuhnya Virgin Orbit milik Richard Branson pada tahun 2023, yang semakin menunda masuknya Inggris ke dalam peluncuran ruang angkasa independen. Pemerintah mengakui sifat risiko tinggi dari sektor ini, dan menyatakan bahwa kegagalan tidak bisa dihindari.

“Peluncuran ruang angkasa adalah sektor yang sangat kompetitif, dan selalu terjadi bahwa beberapa perusahaan akan berhasil, sementara yang lain akan gagal,” kata juru bicara pemerintah.

Keruntuhan ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas model pendanaan yang ada saat ini untuk perusahaan rintisan luar angkasa dan apakah ada dukungan kelembagaan yang memadai untuk mengatasi tantangan yang melekat pada industri ini. Inggris kini menghadapi keputusan penting tentang bagaimana melanjutkan rencana peluncuran ruang angkasanya, memastikan bahwa uang pajak digunakan secara efektif untuk memaksimalkan dampak di pasar global yang kompetitif.

Runtuhnya Orbex menggarisbawahi kerapuhan finansial dari usaha luar angkasa tahap awal dan sulitnya bersaing dengan pemain mapan seperti SpaceX. Komitmen Inggris terhadap eksplorasi ruang angkasa kini akan diuji dengan melihat bagaimana mereka merespons kemunduran ini dan apakah mereka dapat mengembangkan ekosistem yang lebih berkelanjutan bagi industri luar angkasa yang sedang berkembang.