Teleskop Webb Mengungkap Struktur Materi Gelap Alam Semesta dengan Detil yang Belum Pernah Ada Sebelumnya

0
14

Teleskop Luar Angkasa James Webb telah menghasilkan peta materi gelap paling detail yang pernah dibuat, memberikan para astronom gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana zat tak kasat mata ini membentuk kosmos. Peta baru, yang dibuat sebagai bagian dari survei COSMOS-Web, menawarkan resolusi dua kali lipat dibandingkan survei sebelumnya dan meluas ke zaman evolusi kosmik sebelumnya. Terobosan ini penting karena materi gelap, meskipun merupakan 85% materi di alam semesta, tetap tidak dapat dideteksi dengan cara konvensional, sehingga memengaruhi materi tampak melalui gravitasi saja.

Memetakan Yang Tak Terlihat: Bagaimana Webb Mencapai Ini

Para ilmuwan memanfaatkan pencitraan ultra-tajam Webb untuk mengukur distorsi dalam bentuk sekitar 250.000 galaksi jauh. Distorsi ini terjadi karena massa yang mengintervensi – baik gelap maupun biasa – membengkokkan jalur cahaya. Dengan menganalisis distorsi ini, para peneliti merekonstruksi peta massa paling rinci hingga saat ini untuk wilayah alam semesta yang berdekatan.

Peta materi gelap sebelumnya, yang mengandalkan instrumen seperti Teleskop Luar Angkasa Hubble, dibatasi oleh resolusi, sensitivitas, atau area yang tidak memadai. Webb mengatasi keterbatasan ini, mengungkap struktur yang sebelumnya terlalu redup atau jauh untuk diamati.

Apa yang Ditunjukkan Peta: Filamen dan Gugus

Peta tersebut tidak hanya mengungkapkan gugus galaksi masif tetapi juga jaringan rumit filamen materi gelap yang menghubungkan mereka. Filamen-filamen ini bertindak sebagai perancah di mana galaksi-galaksi terbentuk, konsisten dengan model kosmologis yang berlaku. Hal ini penting karena mengkonfirmasi prediksi teoretis bahwa galaksi muncul di titik padat dalam struktur materi gelap ini.

“Sebelumnya, kami melihat gambaran buram materi gelap,” kata Dr. Diana Scognamiglio dari Jet Propulsion Laboratory NASA. “Sekarang kita melihat perancah alam semesta yang tak kasat mata dengan detail yang menakjubkan.”

Pentingnya Materi Gelap: Menyatukan Galaksi

Implikasi dari peta ini melampaui visualisasi. Distribusi materi gelap secara langsung mempengaruhi pembentukan dan stabilitas galaksi. Tanpa materi gelap, Bima Sakti kemungkinan besar akan berputar karena kohesi gravitasi yang tidak memadai. Peta ini menggarisbawahi bahwa materi gelap bukan sekadar konstruksi teoritis namun merupakan kekuatan fundamental yang membentuk Alam Semesta seperti yang kita kenal.

Gavin Leroy dari Universitas Durham, “Dengan mengungkap materi gelap dengan presisi yang belum pernah terjadi sebelumnya, peta kami menunjukkan bagaimana komponen alam semesta yang tidak terlihat telah menyusun materi yang terlihat hingga memungkinkan munculnya galaksi, bintang, dan pada akhirnya kehidupan itu sendiri.”

Temuan yang dipublikasikan di Nature Astronomy ini mewakili langkah maju yang besar dalam memahami arsitektur alam semesta yang tak terlihat. Peta tersebut memberikan bukti penting tentang peran materi gelap dalam mengatur struktur kosmik, memperkuat posisinya sebagai arsitek sebenarnya dari kosmos.