Ilmuwan Mengembangkan ‘Celana Dalam Cerdas’ untuk Melacak Perut Kembung Manusia

0
22
Ilmuwan Mengembangkan ‘Celana Dalam Cerdas’ untuk Melacak Perut Kembung Manusia

Para peneliti di Universitas Maryland memelopori metode baru untuk mengukur perut kembung manusia secara objektif, yang dijuluki “Human Flatus Atlas”. Proyek ini menggunakan biosensor, yang diintegrasikan ke dalam “Celana Dalam Cerdas” yang dapat dipakai untuk melacak produksi gas usus sepanjang waktu. Hal ini berbeda dengan penelitian sebelumnya yang mengandalkan pelaporan mandiri, sebuah metode yang tidak dapat diandalkan mengingat orang sering salah mengingat atau meremehkan keluaran gas mereka—terutama saat tidur.

Perangkat itu sendiri berukuran kecil, berukuran 26×29×9 milimeter, meskipun para peneliti mengakui memakainya di bawah pakaian ketat mungkin tidak nyaman. Studi awal mengungkapkan bahwa orang dewasa yang sehat menghasilkan rata-rata 32 kentut per hari, jauh lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. Namun, tingkat perut kembung pada setiap individu sangat bervariasi, berkisar antara empat hingga 59 emisi harian.

Data yang dikumpulkan akan berkontribusi pada Human Flatus Atlas, sebuah proyek berkelanjutan yang mengundang peserta untuk melacak produksi gas mereka di flatus.info. Individu dapat mengetahui apakah mereka adalah “Hydrogen Hyperproducer”, “Zen Digester”, atau di antara keduanya. Tim peneliti bahkan mendirikan VentosCity untuk mengkomersialkan teknologi tersebut, mengisyaratkan aplikasi berbasis langganan untuk “kesehatan usus”.

Studi ini menyoroti kesenjangan dalam pemahaman ilmiah tentang proses biologis mendasar. Hingga saat ini, perut kembung belum memiliki standar pengukuran yang konsisten seperti yang diterapkan pada biomarker seperti glukosa darah. Pendekatan baru ini menjanjikan pemahaman yang lebih tepat dan berbasis data mengenai kebiasaan pencernaan manusia.

Di luar implikasi ilmiahnya, proyek ini menimbulkan pertanyaan tentang batasan pengumpulan data dan potensi eksploitasi komersial bahkan pada fungsi tubuh yang paling pribadi sekalipun. Tim telah memperingatkan bahwa sensor tersebut mungkin tidak dapat bertahan terhadap emisi yang besar, mengingat kasus ekstrim yang dialami seorang pria yang mengunjungi rumah sakit di Perancis setelah memasukkan cangkang yang belum meledak ke pantatnya.

Masa depan kesehatan usus mungkin akan segera hadir, namun apakah hal tersebut dapat dicapai dengan berlangganan bulanan masih harus dilihat.