Bagaimana soundtrack Superfly Curtis Mayfield mengubah musik funk selamanya

0
15

Curtis Mayfield lebih dari sekedar musisi. Dia adalah seorang arsitek suara. Lahir di Chicago pada tanggal 3 Juni 1942, ia tumbuh menjadi salah satu pengisi suara paling dinamis dalam musik Amerika. Hidupnya berakhir pada 26 Desember 1999 di Roswell, Georgia. Tapi bagaimana dengan suara yang dia buat? Itu tidak pernah berhenti.

Dia membentuk band Impressions pada tahun 1957. Mayfield menangani tenor tinggi dengan bassis Sam Gooden dan tenor Fred Cash. Mereka menciptakan gaya suara yang semua orang coba tiru tetapi tidak ada yang bisa menirunya. Itu rumit. Itu mulus. Itu milik mereka.

Mayfield adalah pemain gitar otodidak. Kebanyakan pemain tetap menggunakan penyetelan standar. Dia tidak melakukannya. Dia menyetel instrumennya ke nada alami. Hasilnya adalah lirik halus yang menembus kebisingan. Hal ini mempengaruhi generasi pemain setelahnya. Anda dapat mendengarnya dari cara dia membiarkan nada-nada itu menggantung di udara.

Penulisan lagunya juga khas. Ini bukan hanya tentang cinta. Ini tentang kehidupan. Ingat “Tidak Apa-apa” tahun 1963? “People Get Ready” tahun 1965 menyusul. Pada tahun 1969 ia merilis “Pilihan Warna”. Ini bukan sekedar hits. Itu adalah lagu humanistik. Mereka memberikan inspirasi ketika dunia terasa berat.

Hal itu berubah ketika dia bersolo karir pada tahun 1970. Puncaknya adalah dengan “Superfly” pada tahun 1972. Soundtracknya berpengaruh. Ini mendefinisikan suatu genre. Mayfield adalah kekuatan penting dalam perkembangan musik funk. Dia memadukan komentar sosial dengan alur yang halus. Itu adalah formula yang berhasil.

Namun, kariernya malah memburuk. Pada tahun 1990, sebuah menara penerangan runtuh saat konser. Itu jatuh menimpanya. Dampaknya sangat parah. Dia lumpuh. Musiknya berhenti, tapi warisannya tetap ada. Dia membangun jembatan antara soul dan funk. Dia mengajari kami bahwa mengubah penyetelan Anda dapat mengubah segalanya.