Mengapa Batu Infinity Membunuh Tony Stark di Avengers Endgame

0
5

Tony Stark tidak mati begitu saja karena kalah dalam pertarungan. Dia meninggal karena alam semesta benar-benar menggoreng sistem sarafnya.

Dalam Avengers: Endgame, karakter Robert Downey Jr. melakukan pengorbanan terbesar. Dia mencuri enam batu infinity dari Thanos. Dia menempatkannya dalam setelannya sendiri. Dia menjentikkan jarinya. Hasilnya langsung terlihat. Pasukan Thanos menghilang. Para pahlawan menang. Stark meninggal.

Bukan hanya trauma akibat jepretan itu. Bukan hanya kerusakan fisik akibat pertarungan. Ada dua faktor spesifik yang membunuhnya.

Pertama, ada radiasi gamma. Batu-batu tersebut memancarkan sinar gamma dalam tingkat yang mematikan. Tubuh Tony menyerap radiasi ini saat dia menyalurkan energinya.

Kedua, ada kekuatan yang dibutuhkan. Energi yang dibutuhkan untuk menggunakan batu tersebut melebihi batas kemampuan manusia. Setelan Tony membantu. Itu tidak menyelamatkannya.

Dia mengambil kekuatan seperti dewa. Tubuhnya tidak bisa mengatasinya.

Ilmu Jepretan

“Dia meninggal karena keracunan radiasi gamma.”

Fisikanya brutal. Batu-batu itu bukanlah mainan. Mereka adalah kekuatan kosmik yang terkonsentrasi.

Ketika Tony menggunakannya, dia menjadi salurannya. Energi mengalir melalui dirinya. Itu membakarnya dari dalam ke luar.

Inilah bagaimana Batu Keabadian membunuh Tony Stark.

Radiasi menghancurkan sel-selnya. Kekuatannya membebani sistemnya. Ini adalah pembunuhan ganda.

Mengapa Dia Bertahan Sampai Akhir

Tony tahu risikonya. Dia menghitung kemungkinannya. Dia masih menjalaninya.

Setelan itu melindunginya selama beberapa detik. Cukup lama untuk memenangkan pertempuran. Tidak cukup lama untuk menyelamatkannya.

Dia menyelamatkan alam semesta. Dia kehilangan nyawanya.