George Gaylord Simpson tidak hanya mempelajari fosil. Dia menggunakannya untuk menulis ulang sejarah kehidupan di Bumi. Lahir di Chicago pada tahun 1902 dan kemudian meninggal di Tucson pada tahun 1984, Simpson menjadi arsitek pemahaman baru tentang bagaimana spesies bergerak, berubah, dan bertahan hidup dalam waktu yang lama.
Kariernya tidak berjalan lurus. Ini adalah jalan berliku melalui museum, medan perang, dan ruang kuliah yang akhirnya mendefinisikan ulang teori evolusi bagi seluruh komunitas ilmiah.
Tahun-Tahun Awal dan Fragmen Mamalia
Simpson mendapatkan gelar PhD dari Yale pada tahun 1926. Tesisnya berfokus pada mamalia Mesozoikum. Jumlah tersebut cukup banyak untuk makhluk dari zaman dinosaurus, di mana bukti fisiknya langka. Sebagian besar yang kita ketahui tentang mereka berasal dari pecahan rahang dan gigi.
Dia menggali Museum Peabody di Yale dan British Museum di London. Pekerjaan itu membosankan. Dia menghasilkan monograf kuarto yang padat pada koleksi ini. Tapi itu berhasil. Hal ini membuatnya terkenal sebagai pekerja serius di bidang paleontologi mamalia.
Pada tahun 1927, dia pindah ke Museum Sejarah Alam Amerika di New York City. Dia tinggal selama tiga puluh tahun. Lima belas yang pertama bersifat eksplosif. Ia menerbitkan sekitar 150 makalah ilmiah. Sebagian besar adalah mamalia. Beberapa membahas tentang vertebrata tingkat rendah, namun fokusnya jelas.
Awalnya, dia mengamati fauna Neogen dan Pleistosen di Florida. Zaman Pleistosen dimulai sekitar 2,6 juta tahun yang lalu dan berakhir sekitar 11.700 tahun yang lalu. Ini adalah era zaman es yang kita kenali. Tapi gairah sebenarnya lebih tua. Jauh lebih tua.
Ia mempelajari mamalia Kapur di Mongolia dan Amerika Utara. Khususnya fauna Paleosen. Zaman Paleosen dimulai sekitar 65,5 juta tahun yang lalu dan berakhir sekitar 55,8 juta tahun yang lalu. Periode ini segera menyusul kepunahan dinosaurus. Itu adalah lembaran kosong.
Hal ini menghasilkan pekerjaan besar pada Formasi Fort Union di Montana. Mereka menemukan sekitar 50 mamalia di sana. Tipe primitif. Beragam jenis. Kajian yang luas ini menghasilkan klasifikasi mamalia secara rinci yang masih menjadi standar hingga saat ini.
Amerika Selatan dan Isolasi
Mengapa Simpson pergi ke Amerika Selatan pada awal tahun 1930-an? Karena fauna di sana aneh. Berbeda dengan benua lain. Bentuk Neogen dan Pleistosen diketahui. Tapi sejarah sebelumnya? Sebuah misteri.
Simpson melakukan tiga ekspedisi ke Patagonia. Dia mengumpulkan materi baru. Dia mempelajari kembali spesimen lama. Tujuannya sederhana. Bongkar sejarah awal mamalia Neogen di Amerika Selatan.
Upaya itu berhasil. Sejarah menjadi lebih dikenal. Dia menerbitkan beberapa lusin makalah tentang formulir ini pada akhir tahun 1930-an. Dua jilid kemudian merangkum sejarah awal mereka.
Isolasi di Amerika Selatan ini menjadi tema yang berulang dalam karyanya. Dia terpesona dengan bagaimana spesies hidup terisolasi dan bagaimana mereka akhirnya terhubung.
Perang, Taksonomi, dan Makna Evolusi
Perang Dunia II menghentikan penelitian tersebut. Simpson melakukan pekerjaan staf untuk Angkatan Darat AS, sebagian besar di Afrika Utara. Ketika dia kembali ke Museum Amerika, segalanya berubah. Ia menjadi kurator yang membawahi departemen aktif paleontologi. Ia juga menjadi profesor di Universitas Columbia.
Beban administrasi memangkas waktu penelitiannya. Namun produktivitasnya tidak turun.
Minatnya menyebar. Dia mulai menerapkan metode matematika pada paleontologi. Dia ikut menulis karya tentang zoologi kuantitatif. Dia mengamati fauna berturut-turut di wilayah benua. Hal ini mengarah pada penelitian tentang migrasi spesies hewan antarbenua.
Taksonomi dan klasifikasi terkait erat dengan evolusi. Dia memberikan pertimbangan menyeluruh mengenai prinsip klasifikasi dalam karya mamalianya. Pada tahun 1961, ia menerbitkan volume tentang Prinsip-Prinsip Taksonomi Hewan.
Lalu datanglah yang besar. Serangkaian ceramah yang diterbitkan pada tahun 1949 dengan judul Makna Evolusi. Konferensi ini membahas implikasi filosofis dari penerimaan teori evolusi. Hal ini menarik perhatian dunia.
“Simpson tidak hanya mendeskripsikan fosil. Dia menggunakannya untuk menyatakan bahwa evolusi memiliki tempo dan mode.”
Setelah perang, para ahli genetika, ahli sistematika, dan paleontologi memperbarui studi mereka tentang teori evolusi. Simpson mengambil bagian utama dalam penelitian itu. Publikasi utamanya di bidang itu adalah Tempo and Mode in Evolution (1944) dan Major Features of Evolution (1953).
Buku-buku ini berpendapat bahwa evolusi bukan sekadar penyimpangan acak. Ia mempunyai pola. Ia memiliki kecepatan. Ia memiliki struktur.
Tahun-Tahun Kemudian
Pada tahun 1958, Simpson meninggalkan Kota New York. Dia menghabiskan satu dekade sebagai Profesor Paleontologi Vertebrata Alexander Agassiz di Museum Zoologi Komparatif Harvard. Kemudian dia pindah ke Tucson, Arizona.
Ia menjadi profesor geosains di Universitas Arizona. Dia pensiun pada tahun 1982. Dia tidak berhenti menulis.
Karya selanjutnya termasuk Splendid Isolation: The Curious History of South American Mammals (1980). Judul ini menjelaskan semuanya. Isolasi itu penting. Ini mendorong evolusi. Ia juga menulis Mengapa dan Bagaimana: Beberapa Masalah dan Metode dalam Biologi Sejarah (1980) dan Fosil dan Sejarah Kehidupan (1983).
Dia meninggal pada tahun 1984. Namun kerangka yang dia bangun tetap ada. Kami masih melihat kesenjangan dalam catatan fosil dan mencoba mengisinya dengan logika, matematika, dan rasa hormat yang mendalam terhadap jalur kehidupan yang aneh dan terisolasi.
Apakah dia menyelesaikan semuanya? Mungkin tidak. Namun dia memberi kami alat untuk mengajukan pertanyaan yang tepat. Pertanyaan-pertanyaan yang penting.


















