Hidup dengan Sengaja: Panduan Praktis untuk Kesederhanaan Sukarela

0
9

Ini dimulai pada pertengahan abad ke-20. Itu bukanlah sebuah protes. Ini adalah perubahan kecil dalam cara pandang masyarakat Barat tentang kehidupan. Tujuannya? Berhentilah mengkonsumsi demi mengkonsumsi. Berhentilah membiarkan uang mendikte pergerakan harian Anda. Gerakan ini, yang dikenal sebagai kesederhanaan sukarela, menanyakan satu pertanyaan mendasar: bagaimana kita bisa hidup lebih baik dengan kebutuhan yang lebih sedikit?

Ini bukan tentang kemiskinan. Ini tentang otonomi.

Budaya DIY dan Dapur

Salah satu prinsip kesederhanaan sukarela yang paling terlihat adalah kembalinya kemandirian. Bayangkan rata-rata toko kelontong beroperasi. Anda masuk. Anda pulang dengan membawa makanan olahan, bahan kimia dalam botol plastik, dan kosmetik yang tidak Anda buat sendiri.

Kesederhanaan yang disengaja membalikkan keadaan ini. Itu dimulai di taman. Tanam buah dan sayuran Anda sendiri. Kualitasnya lebih tinggi. Anda tahu apa yang masuk ke dalam tanah. Anda menghindari pestisida yang mengganggu industri pertanian.

Lalu ada kamar mandi. Berhentilah membeli pembersih kimia yang keras. Buat sendiri. Gunakan cuka. Gunakan soda kue. Buat losion dan sabun Anda sendiri. Itu membutuhkan waktu. Itu membutuhkan usaha. Tapi Anda menghilangkan bahan yang tersembunyi. Anda menghilangkan kemasan limbah.

Dan dapurnya? Singkirkan makanan beku. Masak dari awal. Ini memaksa Anda untuk memperlambat. Ini memaksa Anda untuk terlibat dengan makanan Anda.

Memutus Siklus Konsumsi

Bagaimana caranya berhenti membeli barang yang tidak diperlukan? Anda harus mengganggu lingkungan.

Hindari toko-toko besar. Bukan karena mereka jahat. Tapi karena mereka dirancang untuk menggoda. Setiap lorong adalah jebakan. Pencahayaan. Tata letaknya. Tanda-tanda penjualan. Menjauhlah saja.

Hentikan kebisingan. Tolak surat itu. Buang katalognya. Abaikan papan reklame. Jika Anda tidak terpapar iklan, kecil kemungkinan Anda akan merasakan dorongan tiba-tiba untuk membeli.

Sebelum Anda membeli apa pun, jedalah. Ajukan pertanyaan sulit: apakah saya benar-benar membutuhkan ini?

Seringkali, jawabannya adalah tidak.

Kemandirian finansial dalam gaya hidup ini berarti tidak berhutang. Tidak ada kartu kredit. Tidak ada pinjaman untuk barang yang akan kehilangan nilainya saat Anda meninggalkan toko. Gunakan perpustakaan. Pinjam buku. Pinjam film. Pinjam CD. Anda mengakses pengetahuan dan budaya tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Anda membebaskan dompet Anda dari siklus akumulasi.

Perang Melawan Sampah

Ada hubungan langsung antara kesederhanaan sukarela dan dampak lingkungan. Langkah pertama adalah menolak pemborosan.

Jika ada sesuatu yang rusak, jangan dibuang. Perbaiki. Belajar memperbaiki ritsleting. Menambal jaket. Rekatkan kembali rak. Ini mengubah hubungan Anda dengan objek. Mereka menjadi berharga karena Anda menginvestasikan tenaga ke dalamnya. Bahan-bahan tersebut tidak dapat dibuang.

Konservasi air adalah medan perang lainnya. Pasang pembatas aliran pada faucet. Gunakan pancuran dengan aliran rendah. Kedengarannya kecil. Tidak. Dampak kumulatif terhadap tagihan air dan permukaan air setempat sangatlah signifikan. Setiap tetes yang disimpan adalah setetes yang tidak perlu dipompa, diolah, dan dipanaskan.

Menurunkan Jejak Karbon Anda

Kesederhanaan yang disengaja juga menuntut pengurangan jejak ekologis Anda. Ini berarti mengubah cara Anda bergerak.

Kurangi berkendara. Gunakan transportasi umum. tempat parkir mobil. Jika Anda harus mengemudi, rencanakan perjalanan Anda secara efisien. Gabungkan tugas. Minimalkan perjalanan yang tidak perlu. Semakin sedikit Anda bergerak, semakin sedikit bahan bakar yang Anda bakar.

Efisiensi energi juga penting. Beralih ke