Arktik Tidak Pernah Kosong

0
9

Gigi mungil sedang menulis ulang sejarah. Lagi.

Lihatlah Arktik saat ini. Itu kasar. Dingin. Terpencil. Bukan hotspot biologis. Tapi tujuh puluh tiga juta tahun yang lalu? Cerita yang berbeda. Banyak *kehidupan yang terjadi di atas sana.

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences membalikkan keadaan. Para ilmuwan dari CU Boulder dan tempat lain menemukan tiga mamalia yang sebelumnya tidak dikenal di Alaska utara. Hal-hal seperti hewan pengerat. Mereka hidup pada zaman dinosaurus. Dan mereka tidak hanya bertahan hidup di musim dingin yang gelap dan suhu yang sangat dingin, mereka juga berkembang pesat.

Hal ini menunjukkan bahwa Arktik bukanlah zona mati yang terisolasi. Itu adalah persimpangan jalan.

“Wilayah kutub masih merupakan tempat yang sangat aktif untuk kehidupan.” -Sarah Shelley

Tiga Sepupu Baru

Fosil-fosil tersebut sudah tua. Kuno. Tapi keduanya berbeda. Tim menamai mereka berdasarkan penampilan dan kebiasaan mereka.

  • Camurodon borealis . “Gigi melengkung utara.” Seekor herbivora.
  • Qayaqgruk peregrinus . “Pahlawan pengembara kecil.” Dinamakan berdasarkan legenda Inuit Alaska.
  • Kaniqsiqcosmos polaris . “Gigi berornamen es kutub.”

Ditemukan di formasi Prince Creek, di dalam Lingkaran Arktik. Bulan-bulan kegelapan musim dingin. Kemungkinan kekurangan pangan. Dingin sekali.

Apakah mereka mengatasinya? Ya.

Makhluk-makhluk ini termasuk dalam kelompok yang disebut multituberculate. Pikirkan ukuran tikus atau tikus. Mereka bertahan selama lebih dari 100 juta tahun. Jurassic hingga Eosen. Mereka selamat dari asteroid yang membunuh dinosaurus. Homo sapiens baru ada selama 300,00 tahun.

Itu bukanlah ketahanan. Itu adalah negara adidaya.

Diet Mendefinisikan Kelangsungan Hidup

Mengapa mereka bertahan begitu lama? Gigi mereka menyimpan petunjuknya.

Bentuk yang berbeda berarti makanan yang berbeda. C. borealis tanaman yang dikunyah. Q. peregrinus adalah hewan omnivora. Mungkin memakan serangga dan sayuran. K. polaris sepertinya juga menyukai tanaman tetapi fleksibel.

Dalam kondisi dimana makanan langka, spesialisasi bukanlah sebuah kemewahan, namun sebuah kebutuhan. Kemampuan memakan makanan yang berbeda memungkinkan spesies untuk berbagi ruang yang sama tanpa membuat satu sama lain kelaparan. Ini mungkin juga menjelaskan bagaimana mereka menahan dampak asteroid.

“Waktu yang dalam mengingatkan kita bahwa ruang adalah sejarah yang berlapis.”

Menyeberangi Es

Inilah twistnya. Salah satu makhluk ini tidak bermula dari sini.

Qayaqgruk peregrnus adalah sepupu dekat mamalia yang ditemukan di tempat yang sekarang disebut Mongolia.

Ini berarti migrasi. Dari Asia hingga Amerika Utara. Sekitar 92 juta tahun yang lalu. Hal ini menjadikannya salah satu pergerakan mamalia antarbenua paling awal yang tercatat. Ada jembatan darat. Sebuah koridor. Saat itu, peta tersebut bukanlah peta statis, melainkan jalan raya.

Para ilmuwan selalu berasumsi bahwa daerah tropis mendorong evolusi. Arktik tinggal menunggu saja.

Salah.

Arktik aktif. Diversifikasi. Beradaptasi. Mamalia kecil ini membuktikan bahwa kutub bukan sekadar tepian peta yang dingin. Mereka adalah pusat inovasi.

Dan kini iklim kembali berubah. Mungkin melihat kembali bagaimana mamalia bertahan dari tekanan kutub bukan hanya tentang masa lalu. Mungkin itu memberi tahu kita sesuatu tentang masa depan.

Fosilnya memang sepi, namun implikasinya sangat kuat. Arktik tidak pernah benar-benar kosong. Kami hanya berhenti mendengarkan.